Senin, 02 Juli 2012

Kecewa? Kok Bisa?


Ahad, 010712

Kecewa? Kok Bisa?

Oleh: Mohamad Istihori

Saya heran, mengapa kok harus ada orang yang kecewa iya setelah ia melakukan kebaikan? Padahal kan kita tahu bahwa ia punya Tuhan. Kecuali ia atheis iyo.

“Ia mungkin memang orang yang beragama tapi orang yang seperti ini biasanya justru menggunakan agama demi untuk mendapatkan keuntungan dunia. Jarang banget kali orang sekarang yang serius menjalin hubungan dengan Tuhan. Kebanyakan orang sekarang itu setengah hati dengan Tuhannya. Artinya ia bertuhan hanya ketika bertuhan itu menguntungkan. Tapi begitu diajak berjuang satu per satu mereka permisi atau dengan basa-basi berkata, ‘Iya duluan aja entar saya mah nyusul.’” celoteh Mat Semplur.

Meskipun setelah kita melakukan sebuah kebaikan tapi tidak ada satu orang pun yang menghargai tapi kan ada Tuhan yang melihat amalan atau perbuatan kita tersebut.

So mengapa kita bisa kecewa kalau Tuhan yang utama? Bila kita masuk WC umum yang kebetuan WC-nya belum disiram, iya siram saja sama kita. Jangan kemudian malah kita tambah kotorin. “Ah tanggung orang-orang sebelum saya saja kencingnya nggak disiram, sekalian aja gua kencing di sini juga nggak disiram.”

Atau mengeluh sana-sini tanpa melakukan perubahan yang nyata dan pasti. Kiai Jihad menasehati, “Loh jangan kayak gitu. Berbuatlah ihsan. Ihsan itu adalah kewajiban yang sedikit pun kita tidak punya kewajiban untuk menunaikannya tapi kita melakukannya. Maka kita memiliki derajat dan kemuliaan yang sangat tinggi di hadapan Tuhan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar