Kamis, 13 November 2014

Bang Ucok (Sepenggal Kisah Seorang Perantau Cinta)

Oleh: Mohamad Istihori
Hari ini saya sungguh merasa sangat terkejut. Bagaimana tidak karena seorang sahabat lama tiba-tiba menyapa saya via wall facebook Berita Madani yang biasa saya moderatori selama ini. Ternyata ia adalah Arwin “Ucok” Nasution.

Dalam salah satu postingan facebook Berita Madani itu, pemuda asal Medan itu menanyakan kabar saya dengan menulis, “kawaN APA KABAR??? Lama tak ada beritanya. No hp ente dah gk aktif, sms atau kabari ke no hp sy ya kawan di 0813-xxxx-2232.”
Setelah tahu kembali nomor kontak masing-masing, kami pun berbalas SMS. Setelah saling memberi salam dan bertanya kabar, saya tanya Ucok lagi sibuk apa sekarang? Eh dia malah menjawab: “Sibuk cari jodoh!!!”

Saya candain dengan membalas: “Hari gini?? $ibuk cari jodoh !!! Orang-orang mah dh sibuk ngurus anak! :)”
Jodoh itu memang rahasia Tuhan yang sangat penuh dengan misteri sekaligus mengasyikkan. Ada orang lama kenalan, begitu nikah sama orang lain. Ada yang begitu kenalan langsung nikah. Eh sampai hari ini nasib Ucok belum kedua-duanya, ama yang udah lama kenal dan ama yang baru kenal belum juga nikah. Asyek!!!


Jodoh itu bukan hanya pasangan hidup saja. Jodoh itu segala apa yang kita lakukan juga sudah dipersiapkan pasangannya oleh Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kalau kita berbuat baik pasti oleh Tuhan dijodohkan ama kebaikan. Dan, kalau kita berbuat buruk pasangannya juga udah otomatis berjodohan dengan keburukan.

Jadi jangan sampai kita sedikit pun merasa jenuh, bosan, dan bĂȘte berbuat baik hanya karena sampai hari ini kebaikan yang kita perjuangkan selama ini belum mendatangkan keuntungan materi, simpelnya belum menjadikan kita orang kaya.
Jangan sampai kita meninggalkan orang yang kita perjuangkan selama ini hanya karena kita merasa ia tidak dijodohkan oleh Tuhan dengan harta yang berlimpah. Karena Tuhan itu Maha Mengetahui atas jodoh apa atas kebaikan yang kita lakukan. Bisa saja kebaikan yang kita perjuangkan selama ini memang tidak dijodohkan harta berlimpah, tapi digantikan oleh Tuhan dengan dijodohkan dengan balasan berupa karunia anak sholeh, ilmu yang bermanfaat, dan pokoknya apa aja deh Cok terserah Tuhan.

Sayangnya selama ini kita seringkali berkelakuan layaknya Tuhan dengan menentukan bahwa segala kebaikan yang kita lakukan pasti dijodohkan dengan balasan harta yang berlimpah. Dan, hal itulah yang menjadikan banyaknya manusia hari ini nggak punya rasa syukur kepada Tuhan.
Selama kuliah saya juga banyak belajar dari Ucok. Meski Ucok sendiri pasti tidak sadar bahwa selama kurang lebih empat tahun kuliah saya serap banyak ilmu dari dia. Mengapa meski sampai hari ini belum menikah tapi Ucok tenang-tenang saja bah? Itu karena ia sangat sadar bahwa pasangan yang sekarang sudah kita nikahi pun belum tentu merupakan jodoh dari Tuhan. Karena kita nanti di surga itu dikumpulkan Tuhan bersama orang-orang yang kita cintai, bukan bersama orang yang kita nikahi.

Berapa banyak orang yang sudah nikah tapi di hatinya justru mencintai orang lain. Maka menikahlah dengan orang yang Tuhan hadirkan, bukan menikah berdasarkan kemauan yang kita paksakan berdasarkan hitung-hitungan dunia.

Keyakinan itu juga yang membuat Ucok kuat untuk terus merantau mencari cinta sejatinya. Sebagai seorang sahabat ya saya cuma bisa berharap Ucok bisa segera bertemu dengan jodohnya (pasangan dunia-akhiratnya) dengan tidak merasa bosan untuk terus melakukan perjuangan-perjuangan kehidupan yang bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Thanks ya Cok atas ilmunya. Selamat merantau mencari cinta. Oh atau jangan-jangan diam-diam dia sekarang udah punya seorang pujaan hati yang siap untuk dinikahi. Ah entahlah Cok. Cinta itu memang maha misteri. Karenanyalah kita harus terus belajar guna menajamkan akal dan hati. Agar tidak tertipu dunia yang fana ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar