Selasa, 10 Februari 2015

Belajarlah Sejarah Agar Tidak Terus Dijajah

[Pesan Cak Nun untuk Siswa Indonesia]

Penyelenggaraan Festival Budaya dan Bahasa Internasional (FBBI) tanggal 19 Maret 2014 di Sasono Langen Budoyo, tampak semakin bermakna dengan hadirnya budayawan Indonesia, Emha Ainun Nadjib. Budayawan yang sering disapa Cak Nun ini hadir memenuhi undangan panitia untuk menerima penghargaan sebagai pelaku budaya yang telah banyak memberikan kontribusinya terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.

Dalam kesempatan yang berharga itu, setelah menerima penghargaan, Cak Nun menyampaikan sambutannya dengan memberikan pesan terhadap hadirin yang memadati ruang Sasono Langen Budoyo, terutama para siswa sebagai audiens acara malam itu. Cak Nun menyampaikan pesan buat para siswa Indonesia. Yang pertama, saya merasa tidak selayaknya mendapatkan kehormatan ini, karena posisi saya bersama seluruh orang tua murid di berbagai sekolah mitra kerja Pasiad di Indonesia, serta bersama seluruh bangsa Indonesia, berada pada posisi untuk justru menjunjung dan berterima kasih kepada Pasiad dan seluruh bangsa Turki.


Kedua, terutama untuk anak-anakku yang sekolah di sekolah mitra kerja Pasiad, tolong belajar sejarah Indonesia secara lebih mendalam. Bangsa Turki adalah bangsa yang sangat belajar dan sangat mengerti sejarahnya, sehingga sekarang mereka menjadi bangsa yang sudah tidak dijajah oleh bangsa manapun, yang lain  di seluruh dunia. Bangsa Indoneisia karena semakin tidak mengerti sejarahnya, anak-anakku, maka kita masih dijajah oleh negara-negara yang menguasai dunia. Oleh karena itu anak-anakku, belajar sejarah kebesaran bangsa Turki, belajar sejarah kebesaran bangsa Indonesia, nusantara, agar supaya anak-anakku, sepuluh tahun lagi, dua puluh tahun lagi, akan menjadi pemimpin nusantara dan Indonesia.

Terakhir, saya secara pribadi dengan keluarga berterima kasih, anak saya diasuh di sekolah Turki di Indonesia. Saya merasa bangga. Saya merasa aman, anak saya di sekolah Turki, karena di Indonesia sekarang di luar rumah tidak aman, anak-anak bisa kena narkoba, anak-anak bisa diculik, anak-anak bisa dipengaruhi oleh hal-hal yang negatif. Di dalam rumah pun kita berbahaya oleh TV, oleh televisi yang tayangan-tayangannya sangat merusak. Oleh karena itu, terima kasih kepada Kesatuan Bangsa, terima kasih kepada Kharisma, terima kasih kepada Semesta, terima kasih kepada semua sekolah-sekolah Turki. Indonesia dan Turki akan menjadi poros dunia baru yang mengayomi seluruh dunia dengan kebaikan-kebaikan dan perdamaian. Amin.


Sumber: http://www.pasiadindonesia.org/pesan-cak-nun-untuk-siswa-indonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar