Minggu, 01 November 2009

Agama Kemesraan (Bag. II)

Tafsir Jalalain hal: 77

Cibubur, Jum'at, 301009

Agama Kemesraan (Bag. II)

Oleh: Mohamad Istihori

...untuk membantu melunasi hutang tetangganya itu dan dia juga bersungguh-sungguh membantu musibah tetangganya itu hingga selesai.

Kelima, berbuat baik kepada al jaaril junub (tetangga jauh).

Keenam, berbuat baik kepada as shoohibi bil janbi (teman yang ada di sebelah). Bisa teman seprofesi. Termasuk teman dalam mencari ilmu, teman dalam sholah berjama'ah, dan teman dalam berbagai macam perkumpulan atau organisasi.

Ada juga suatu qoul yang berpendapat bahwa as shohibi bil janbi adalah istri/suami.

Ketujuh, berbuat baik kepada ibnus sabil (orang yang dalam menempuh perjalanan yang bukan maksiat).

Kedelapan, berbuat baik kepada maa malakat aimaanukum ("segala yang ada dalam genggaman kekuasaanmu"). Ada beberapa qoul mengenai maa malakat aimaanukum. Ada yang berpendapat bahwa maa malakat aimaanukum adalah pembantu. Ada yang berpendapat binatang peliharaan.

Ada juga yang berpendapat benda apa saja yang kita miliki seperti kendaraan harus juga kita rawat agar tetap oke.

Kepada mereka-mereka itulah Allah sangat berharap agar kita mau berbuat baik. Karena menurut Ibnu Abbas al muslimuuna awlaa bi'amalihim. ("Keutamaan seorang muslim itu terletak pada amalnya"). Bukan pada peci, serban, titel, atau jilbabnya.

Kemudia ayat tersebut ditutup dengan innallaha laa yuhibbu man kaana mukhtaalan fakhuur. ("Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong/takabur").

"Siapa sih orang yang takabur itu?"

Orang yang takabur itu adalah orang yang mu'ajjiban linafsihi wa muakhiron lighoirihi, adalah orang yang takjub dengan dirinya sendiri dan meremehkan orang lain.

Kita nggak mau kan disebut orang yang sombong/takabur? Makanya berbuat baiklah kepada delapan golongan yang telah disebutkan di atas biar nggak disebut orang sombong, angkuh, atau takabur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar