Kamis, 04 Juni 2009

Modifikasi Mental

Jogja, Rabu, 3 Juni 2009

Modifikasi Mental

Oleh: Mohamad Istihori

Kalau kita punya motor atau mobil yang hendak kita modifikasi maka kalau kita tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman mengenai modifikasi, jangan coba-coba untuk memodifikasinya seorang diri. Karena nanti hasilnya bukan menjadi lebih baik, lebih bagus, dan lebih oke malah menjadi rusak. Bahkan dikhawatirkan kendaraan tersebut tidak bisa dipakai lagi. Kalau nggak bisa mah jangan dipaksain. Lebih baik minta bantuan orang lain atau bawa aja sekalian ke bengkel modifikasi.
“Iya itu kalau punya uang. Kalau nggak punya?”

Ngutang!

“Ngutang?”

Iya kalau nggak mau ngutang minta bantuan teman lah. Kalau nggak punya teman yang bisa memofikasi kendaraan kita, yo wis toh terima saja kendaraanmu apa adanya. Kan yang penting fungsinya. Bukan modifikasinya.



Demikianlah bagi saya gambaran kalau kita hendak mengubah watak atau kepribadian sendiri atau orang lain. Mengubah watak atau kepribadian memerlukan pengetahuan psikologi, budaya, dan sosial yang mumpuni. Nggak boleh asal-asalan apalagi memakai paksaan dan kekerasan. Dua hal tersebut, yang konon lebih kita pilih, malah akan merusak pertumbuhan mental bukan malah mengembangkannya.

Memodifikasi mental juga dibutuhkan kesabaran, keuletan, dan ketekunan. Nggak bisa dong kita mengubah mental secara instan menurut kemaun kita sendiri. Karena setiap orang pun memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Keunikan mental inilah yang harus kita cermati, kita dukung pertumbuhannya menuju kebenaran. Bukan malah dihancurkan dan dimusnakan dengan paksaan dan kekerasan.

Hanya kelembutan hati, keikhlasan amal, dan pembelajaran sepanjang hiduplah yang membuat seseorang memiliki kemungkinan untuk memodifikasi mental. Yang nggak punya kesabaran mending belajar sabar dan ikhlas dulu deh. Nggak usah nyuruh-nyuruh orang lain begini-begitu. Kita perbaiki diri kita sendiri saja terlebih dahulu sambil kita terus tambah input ilmu pengetahuan yang memang kita butuhkan dalam menjalankan kehidupan maka kita pun akan mengerti diri kita sendiri.

Orang yang sudah mengenal diri sendiri memiliki kemungkinan sangat besar untuk mengenal Tuhan. Dan, kalau kita sudah mengenal Dia, akrab, dan dekat dengan Dia maka jangankan mental alam semesta pun bisa kita ubah. Tentu saja bukan karena kitanya tapi semua itu akan terwujud atas perkenan Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar