Senin, 10 September 2012

Psikopatologi Bunuh Diri


Psikopatologi Bunuh Diri

Judul : Psikopatologi Bunuh Diri
Pengarang : Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater
Penerbit : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Tahun Terbit : 2010
Tempat Terbit : Jakarta
ISBN : 978-979-496-691-4

Masalah bunuh diri akhir-akhir ini mencuat ke permukaan karena melibatkan orang-orang yang berusia muda. Biasanya mereka yang melakukan bunuh diri menderita depresi karena persoalan kehidupan yang mengakibatkan putus asa.

Persoalan ini sudah merupakan masalah kesehatan yang melanda dunia. Disebutkan bahwa sekitar 121 juta jiwa di seluruh dunia menderita depresi (WHO, 2007). Mereka umumnya berusia di bawah 45 tahun.

Tingkat bunuh diri di Indonesia dinilai masih cukup tinggi. Berdasarkan data WHO pada tahun 2005 sedikitnya 50.000 orang Indonesia melakukan tindak bunuh diri tahunnya. Dengan demikian, diperkirakan1.500 orang Indonesia melakukan bunuh diri per harinya.

Ada pula bunuh diri dengan latar belakang penyakit terminal, misalnya pada kanker dan AIDS. Juga ada bunuh dirikarena tidak tahan penyiksaan dan menjaga rahasia misalnya pada agen rahasia. Pada mereka yang melakukan “bom bunuh diri” dilatarbelakangi dengan keyakinan agama dan perjuangan untuk mengusir penjajah. Sedangkan pada bunuh diri massal, terjadi pada sekte pseudo-agama : James Jones (The People’s Temple), David Koresh dan Marshal Applewhite (The Heaven’s Gate).

Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater adalah nama yang tidak asing lagi di kalangan pemerintah, ilmuwan, agamawan maupun masyarakat awam. Seorang Guru Besar tetap pada Fakultas Pascasarjana UI yang mempelopori integrasi antara ilmu kedokteran, khususnya ilmu kedokteran jiwa/kesehatan jiwa dan agama; selain daripada itu beliau dikenal pula sebagai seorang da’i.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar