Sabtu, 19 September 2009

Ijazah Orang Puasa Itu Stempelnya Takwa

Cibubur, Sabtu, 19 September 2009

Ijazah Orang Puasa Itu Stempelnya Takwa

Oleh: Mohamad Istihori

Orang-orang pada GR, banyak teman mengharapkan puasa segera berakhir. "Sungguh hari yang melelahkan selama menjalankan puasa." ujar seorang teman.

Teman lain berkata, "Semoga saja besok, hari Minggu, kita bisa lebaran duluan."

Saya ikut merasa heran dengan suasana di mana teman-teman saya yang sudah tidak sabaran mau lebaran. Saya pun bertanya, "Emang kenapa sih pada nggak sabaran banget pada mau lebaran besok?"

Di antara mereka berkata, "Ane udah nggak sabar mau nyobain baju baru. Dari kemarin aku hanya bisa memandangnya dari balik lemari."

"Tidak hanya baju baru. Sendal, peci, sarung, baju koko, celana, dan jam tangan" ujar yang lain.

"Ala pokok na mah semuanya baru euy!" sambar teman yang satunya lagi.

"Oh jadi lebaran itu ajang memamerkan segala yang baru iya?" tanya saya pada mereka.

"Kita ini orang miskin Is. Beli pakaian barunya cuma mampu setahun sekali. Harganya pun harga pedagang kaki lima. Nggak kayak saudara-saudara kita di perumahan sebelah yang bisa beli pakaian baru kapan saja mereka mau. Yang bisa beli pakaian baru setiap kali muncul mode baru dengan harga jutaan rupiah." ujar teman yang berpakaian lusuh itu.

"Orang-orang kaya boleh berbangga dengan harta berlimpah yang mereka miliki di dunia. Tapi kita orang miskin bisa lebih berbangga karena kita telah berhasil menunaikan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.

Buat apa kita jadi panas, memaksakan diri secara finansial, bersaing memakai baju baru dengan mereka (orang-orang kaya) di saat lebaran? Lagian ijazah puasa kita kan stempelnya bukan memakai baju baru. Ijazah orang berpuasa itu stempelnya adalah gelar takwa."

"Emang takwa itu apa sih?"

"Takwa adalah keistiqomahan, kekuatan, dan kekonsistenan seseorang untuk tetap taat dan patuh pada Allah apapun keadaannya. Miskin-kaya, susah-senang, bahagia-sengsara ia tetap taat. Itulah takwa."

"Terus kalau ada orang yang taatnya cuma pas miskin, susah, atau sengsara doang disebut apa dong?"

"Itu namanya ngibulin Tuhan. Masa taat sama Allah cuma pas susah, miskin, dan sengsara aja. Yang bener aje ente?"

Akhirnya percakapan kami pun berakhir. Kiai Jihad datang memerintahkan kami semua untuk segera takbir keliling kampung membawa obor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar