Senin, 09 Maret 2009

Dicari Cinta

Selasa, 100309

Dicari Cinta

Seorang sahabat datang memberikan semangat kepada saya, "Cinta bukan mencari seseorang yang sempurna. Cinta itu mencari seseorang yang bisa membuat kita merasa sempurna."

Ia meneruskan, "Jangan mencari cinta dengan matamu, tapi mencari cinta itu dengan mata hatimu. Semangat iya!" Wah saya tidak menyangka sahabat saya bisa berkata seperti itu. Saya heran dari mana ia mendapatkan kata yang begitu mendalam itu.

Tapi dari mana pun ia dapatkan kalimat itu bagi saya tidak terlalu penting. Yang lebih utama adalah bagaimana kita mencoba menghikmahi dan meresponnya.

Maka saya pun merespon pernyataannya itu sekenanya, "Untuk saat ini saya bukanlah orang yang mencari cinta. Tapi cintalah yang saat ini justru nyari-nyari saya. 'Di mana iya Istihori?' ujar cinta kebingungan."

Saat ini saya memang lebih memilih untuk bersembunyi dari pada harus "turun gunung". "Duh kasihan banget sih kamu." Ujar sahabat saya itu dengan penuh rasa iba dan mata yang berkaca-kaca.

"Jangan kasihan dengan saya. Kasihanlah dengan cinta. Karena sampai hari ini dia belum juga bisa bertemu dengan saya." Ujar saya menghibur dan membela diri.

"Alah kamu kayak orang yang nggak butuh cinta aja. Dulu aja kamu begitu antusias membicarakan hal ini. Mengapa sekarang kamu begitu apatis?"

"Saya bukan tidak membutuhkan cinta. Cinta itu adalah sumber kekuatan hidup. Manusia yang menggadaikan cintanya oleh sesuatu yang lain maka dia akan kehilangan kekuatan hidupnya.

Hidupnya akan dipenuhi dengan kegelisahan, ketidaknyamanan, ketidaktentraman, dan ketidakbahagiaan. Meski pun harta yang selama ini mereka kejar kini jumlahnya sudah bertumpuk-tumpuk di mana-mana.

Mencari cinta sejati memang membutuhkan energi yang tidak sedikit. Kalau mau cinta yang biasa-biasa saja tanpa perjuangan iya sangat mudah. Kita tinggal tunggu di rumah.

Tinggal tunggu ada lelaki pilihan orang tua yang memenuhi kriteria orang tua kita. Tanpa peduli kita cinta atau tidak sama dia itu urusan nomor sekian, nggak penting, itu nggak usah dipermasalahkan.

Yang penting si pria berkantong tebal, mapan, punya pekerjaan tetap, dan bawa mobil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar