Selasa, 31 Maret 2009

Rem Blong dan Gas Bablas

Selasa, 310309

Rem Blong dan Gas Bablas

Oleh: Mohamad Istihori

Keselamatan berkendaraan bergantung pada dua hal: pertama rem dan kedua gas. Keselamatan hidup manusia juga sangat bergantung pada kemampuan dirinya untuk menentukan kapan dia harus nge-rem dan kapan harus nge-gas. (Emha Ainun Nadjib: 2008)

Banyak caleg-caleg kita yang tancap gas untuk mendapatkan jabatan. Mengeluarkan dana sekian ratus juta rupiah untuk mendaftarkan diri ke sebuah parpol konstestan pemilu 2009 dan untuk dana kampanye.

Namun mereka tidak mengindahkan remnya. Maka jangan heran setelah Pemilu 2009 akan banyak caleg-caleg yang nama dan fotonya terpasang sepanjang jalan mental mereka akan terjungkal, nyungsep, atau terjatuh.

Mereka mungkin saja akan mengalami stres, depresi, atau gangguan mental dan jiwa lainnya. Bagaimana tidak mengalami gangguan mental, mereka sudah mengeluarkan banyak uang, eh ternyata jabatan yang selama kampanye mereka bayangkan akan mereka dapatkan ternyata tidak berhasil mereka raih. "Sakit hati Bewok!" ujar seorang sahabat.

RSJ-RSJ atau tempat-tempat rehabilitasi mental akan penuh sesak. "Ah yang bener aja ente ngomong?" ujar seseorang yang lain dengan nada protes.

"Loh ini bukan masalah bener atau nggak bener. Saya kan cuma memprediksikan. Mudah-mudahan sih emang nggak kayak gitu." kata saya sambil membela diri.

Dalam kehidupan pada umumnya kita juga kerap tancap gas, mengejar obsesi, menuruti keinginan hawa nafsu, dan mengejar target pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sebulan tanpa teliti menghitung halal dan haram.

Yang memperparah keadaan kemudian adalah situasi di mana kita tidak punya rem. Melakukan apapun kalau tidak punya rem dalam jiwa kita maka akan berdampak negatif.

Melakukan segala hal kalau tidak memiliki perhitungan yang matang, kapan nge-rem, kapan nge-gas itu sama saja mencelakakan diri kita sendiri.

Jadi rawatlah gas dan rem dalam jiwa kita agar selamat sampai tujuan. Selamat menempuh perjalanan kehidupan yang penuh tantangan, cobaan, dan ujian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar