Senin, 09 Maret 2009

Tamu Kesedihan

Selasa, 100309

Tamu Kesedihan

Aku sudah menolak kesedihan bertamu ke rumah jiwaku. Tapi dia masih saja dengan rajin setiap hari berkunjung dan bertamu. Terutama dini hari.

Aku sudah usir dia. Tapi masih saja dia menunggu di luar rumah jiwaku. Ia tidak peduli di luar hujan atau panas.

Aku juga tidak tahu sampai kapan ia menghantui hidupku. Aku sendiri juga tidak punya ilmu untuk mengusirnya jauh-jauh.

Tapi aku juga harus sadar kapabilitas dan kapasitas ilmuku untuk mengusirnya. Aku tidak bisa memaksa. Aku hanya bisa perlahan-lahan merayunya agar sesegera mungkin pergi dari kehidupanku.

Karena sebentar lagi aku akan menempuh hidup baru. Hidup tanpa dirimu. Tapi tetap dengan cintamu. Cinta yang semu dan palsu itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar